Inovasi Pussenarhanud Tahun 2025 Tampil dalam Display Hasil Inovasi dan Litbang Swadaya Balakpus TNI AD







Jakarta — Pussenarhanud TNI AD menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam kegiatan Display Hasil Inovasi dan Litbang Swadaya Balakpus TNI AD yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) serta Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Pussenarhanud memperkenalkan tiga inovasi strategis hasil pengembangan swadaya tahun 2025, yakni Simulator Mistral Atlas, Target Drone Arhanud, dan Catapult MR-117. Ketiga inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pussenarhanud dalam mendukung modernisasi alutsista serta peningkatan kemampuan latihan satuan Arhanud secara mandiri, efektif, dan efisien.
Simulator Mistral Atlas yang ditampilkan merupakan pengembangan dari sistem simulasi sebelumnya dengan peningkatan signifikan pada aspek teknologi. Simulator ini telah dilengkapi dengan visualisasi grafis 3D, sistem interkom, weapon terminal, serta efek suara dan fitur thermal camera berbasis virtual reality. Inovasi ini memungkinkan prajurit memperoleh pengalaman latihan yang lebih realistis dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan simulator impor.
Sementara itu, Target Drone Arhanud hadir sebagai solusi kebutuhan sasaran latihan tembak yang selama ini masih bergantung pada produk luar negeri. Dengan spesifikasi teknis yang memenuhi standar operasional Arhanud TNI AD, drone ini mampu terbang dengan kecepatan tinggi, memiliki daya tahan yang memadai, serta menggunakan sistem peluncuran catapult dan pendaratan parasut. Selain itu, keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada efisiensi anggaran yang sangat signifikan dibandingkan produk sejenis.
Melengkapi kedua inovasi tersebut, Catapult MR-117 dikembangkan sebagai sistem peluncur drone yang lebih ringan, portabel, dan mudah dimobilisasi. Dengan mekanisme peluncuran berbasis slingshot rubber, alat ini mampu mendukung operasional drone secara optimal di berbagai medan, sekaligus menekan biaya pengadaan secara drastis.
