Nunukan. Ditengah maraknya penyebaran covid-19, dan meningkatnya kasus Covid di Malaysia, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC bersama Muspika dan Satpol PP Kabupaten Nunukan menggelar operasi penegakan disiplin dan hukum terkait Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional SP 1 Desa Sanur, kecamatan Tulin Onsoi,  dan dijalan Simpang Tiga Haji Irwan, Desa Apas kecamatan Sebuku, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Rabu (9/6/2021).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16 Kostrad Letkol Arh Drian Priyambodo, S.E, dalam rilis tertulisnya di Pos Kotis, Jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dansatgas menambahkan, Sepuluh orang personel dari Satgas Pamtas Yonarhamud 16/SBC Pos Tembalang dipimpin langsung oleh Danki SSK III Lettu Arh Idhan bekerja sama dengan Satpol PP kabupaten Nunukan dan Muspika Sebuku, terjun langsung ke Pasar-pasar dan tempat dimana biasa terjadi keramaian, di Desa Sanur dan Desa Apas. Selain memberikan peringatan, Satgas gabungan juga memberikan edukasi pola hidup New Normal (Normal Baru) dan selalu mematuhi protokol kesehatan (5M).

“Kita tahu bahwa penyebaran covid-19 sampai saat ini masih menjadi ancaman bagi seluruh dunia, dan juga munculnya varian baru covid-19, perlu kepedulian kita semua untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebarannya dengan cara mengedukasi seluruh Warga masyarakat khususnya di daerah perbatasan,” ucap Dansatgas.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Camat kecamatanTulin Onsoi, Kasatpol PP kabupaten Nunukan, Kapolsek Sebuku, Danki SSK III Pamtas Yonarhanud 16/SBC Pos Tembalang, Danpos Perhubungan, Pasi Trantib Tulin Onsoi, Babinsa Desa Sanur, Babinkamtibmas Desa Sanur.

” Dalam kegiatan ini, bagi masyarakat yang terjaring razia, akan dilakukan pendataan sesuai dengan KTP masing-masing  dan di berikan masker untuk langsung dikenakan, serta dari pihak Personil Satpol-PP diberikan tindakan peringatan berupa Push up dan mengucapkan Pancasila kepada warga yang melanggar,” Ujar Dansatgas

“Operasi yustisi protokol kesehatan ini merupakan wujud partisipasi Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16 Kostrad kepada pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona dan mencegah masuknya virus corona varian baru ke wilayah perbatasan,“ ungkap Dansatgas.

“Hal ini dilakukan, semata-mata untuk memberikan edukasi sekaligus efek jera bagi masyarakat yang kurang sadar akan bahaya Covid-19 dan keselamatan di jalan sehingga ke depan apabila keluar rumah sudah siap dengan masker maupun kelengkapan kendaraan,” Pungkas Dansatgas.