Penpussenarhanud. Cimahi. Idul Adha yang dirayakan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Demikian pula halnya di Pussenarhanud, Danpussenarhanud beserta seluruh anggota pussenarhanud merayakan Hari Raya Idul Adha tersebut dengan melaksanakan penyembelihan hewan Qurban sebanyak 5 ekor sapi dan 16 ekor. Selasa, 20/7/2021.

Dalam kesempatan tersebut Danpussenarhanud Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. dan Ibu Susi Nisan Setiadi secara simbolis menyerahkan masing-masing 1 ekor sapi kepada panitia Qurban Masjid Darul Mutaqin dilanjutkan penyembelihan oleh Danpussenarhanud. “Kegiatan ini bisa memberi contoh untuk kita semua dalam meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Bagi kaum yang sudah mampu, qurban juga diperuntukan untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim yang merelakan sesuatu yang ia kasihi untuk menunjukan kecintaannya pada sang pemilik hidup. Alangkah lebih baiknya bila kegiatan ini terus dapat berlanjut setiap tahun dan dapat lebih ditingkatkan lagi apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini merasa perlu untuk ikut meringankan beban bagi mereka yang kurang mampu,” ucap Mayjen Nisan.

Daging Qurban tersebut dibagikan kepada masyarakat di sekitar Mapussenarhanud khususnya bagi mereka yang berdampak Covid-19.