Kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi yang melibatkan Rudal-Rudal canggih seperti Mistral, Starstreak dan Mistral, merupakan sarana bagi kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD untuk menguji kemampuan Alutsista Arhanud dan meningkatkan profesionalisme Prajurit Arhanud TNI AD.

Hal tersebut dikatakan Komandan Kodiklatad Letjend TNI A.M. Putranto saat meninjau langsung pelaksanaan latihan di Lapangan Tembak AWR (Air Weapon Range) TNI AU Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (10/09/2020).
Dikatakan Dankodiklatad, dalam latihan yang berlangsung sejak Senin, (07/09/2020) tersebut, pelaksanaan latihan yang digelar setiap tahun oleh Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) itu, berlangsung dengan aman dan lancar serta mencapai target dan sasaran yang ingin dicapai.
“Kegiatan latihan ini untuk menguji seluruh jenis Alutsista yang dimiliki satuan Arhanud TNI AD, serta melihat profesionalisme Prajurit Arhanud dalam mengawaki Alusista tersebut,” ujar Letjend TNI A.M Putranto
Pada latihan yang juga dihadiri Danpussenarhanud, Pangdivif 2 Kostrad, Pangkogaspad, Kasdam III/Siliwangi, Para Dir Kodiklatad, Ir Pussenarhanud, Dirsen Pussenarhanud, Forkompimda Lumajang serta para tamu undangan, Letjend A.M. Putranto menyampaikan bahwa uji tembak juga dilakukan terhadap rudal-rudal canggih dan berbagai jenis meriam yang dimiliki satuan Arhanud TNI AD di seluruh Indonesia.
Rudal-rudal itu diantaranya Rudal Mistral (Atlas dan MPCV), Starstreak jenis Lightweight Multiple Launcher (LML) dan Multi Mission System (MMS). Selain rudal-rudal tersebut, Pussenarhanud yang merupakan unsur satuan di jajaran Kodiklatad itu, juga melaksanakan uji tembak terhadap beberapa meriam Arhanud seperti kaliber 57 mm, 40 mm/L70, 20 mm Rheinmetal, dan 23 mm/Zur. Selain berbagai macam jenis Alutsista tadi, dalam latihan ini juga melibatkan sekitar 700 prajurit.

Disela-sela kegiatan penembakan dan disaksikan oleh seluruh Komandan Satuan (Dansat) Arhanud TNI AD, dilaksanakan penembakan VIP oleh Dankodiklatad beserta para tamu undangan menggunkana meriam Arhanud yang telah disiapkan. Selanjutnya diikuti dengan penyematan brevet master gunner oleh Danpussenarhanud Kodiklatad kepada para para petembak tamu undangan VIP tersebut.
Masih ditempat yang sama, Dirbinlat Pussenarhanud Kodiklatad, Kolonel Arh Blasius Popylus menjelaskan bahwa Rudal Mistral yang dimiliki satuan Arhanud terdiri dari dua jenis, yaitu jenis ATLAS dan Multi Purpose Combat Vehicle (MPVC).

“Perbedaan yang mencolok dari dua jenis Rudal Mistral itu, selain platform kendaraan pengangkut dan sistem pengendalian penembakannya, juga jumlah rudal yang terpasang dan senjata tambahannya,” ulas Blasius.
“Pada MPCV terdapat dua unit rudal dan tambahan senjata kaliber 12.7 mm yang dapat ditembakan dari dalam kendaraan pengangkut, sedangkan ATLAS terdapat dua unit Rudal yang ditembakan secara manual oleh operator petembak baik diatas kendaraan maupun di tanah,” tambahnya.
Sedangkan kemampuan dari masing-masing rudal yang terpasang, Blasius menegaskan, meski keduanya termasuk dalam generasi terbaru yaitu Fire and Forget dan keduanya memiliki kecepatan sekitar 2.3 Mach.
“Sederhananya, Fire and Forget itu, setelah ditembakan rudal akan mengejar sasaran sendiri, karena di dalam hulu ledaknya telah dilengkapi dengan sensor. Untuk Rudal ATLAS, saat ini kita menggunakan platform kendaraan 4 x 4 Komodo Pindad dan MPCV berkendaraan Sherpa Station Wagon 4×4,” terang pria lulusan Akmil tahun 1995 ini.

Sedangkan Rudal Starstreak, menurut Blasius, dengan kecepatan sekitar 3.5 Mach, dikendalikan dengan laser yang diarahkan oleh operator petembak melalui panel Joystick.
“Dikarenakan menggunakan Joystick, membutuhkan kemahiran petembak. Jadi, dari hasil penembakan tadi, prajurit kita memiliki kemampuan yang bagus dalam menembak rudal Starstreak,” tegas Blasius.
Disamping kegiatan latihan menembak tersebut juga dilaksanakan kegiatan bhakti sosial yang bertempat di Masjid Nurul Huda berupa pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar, bantuan keramik untuk Masjid setempat dan Panti Asuhan serta pembangunan fasilitas pompa air untuk Lapangan Tembak AWR TNI AU Pandanwangi.
Dalam latihan tersebut juga para pejabat teras Pussenarhanud dan Komandan Satuan Arhanud dari seluruh Indonesia.